E… Kol kita kol kita lulum tasa’
E.. heot ne-no
Heot neno nes naitne’ sebae
Ela, ela,ela
Ela, ela, ela
ela, elare
E…burung nuri, burung nuri berparuh merah
E…burung elang kecil
Elang kecil sudah sambar/bawa lari menghilang
Tralala
Tralala
Tralala
——–
Burung Nuri ini syair lagu Dawan. Menurut saya, dari arti syair lagu ini dapat digambarkan bahwa Kol Kita itu digambarkan sebagai seorang perempuan yang bersolek (burung nuri berparuh merah). Karena ia kelihatannya elok maka ia sering dinikahi oleh lelaki dengan cara kawin lari ( heot neno nes nait nekje bae) sedangkan Ela, elare adalah suatu ungkapan kegembiraan khas di daerah Dawan-Timor. Lagu ini sering dinyanyikan pada saat mengiringi tarian Bilut para gadis cantik orang Dawan yang dikumandangkan oleh para pemain alat musik berdawai seperti Bijol (gitar tidak bergrep dan bersenar empat) untuk mengungkapkan gambaran heot neno, maka laki-laki biasanya menari sampai melambai-lambaikan selendangnya di atas kepala para gadis (npeo bi fenun).
Syair lagu ini dikumpulkan, diterjemahkan dan diberi sinopsis oleh John Taus S. Ag., S.Sos. pada tanggal 23 Juni 2009.