About John Taus

Yohanes Taus, S. Ag, S. Sos, sapaannya John Taus, lahir di Kaenbaun, 28 Maret 1963. Ia adalah Guru Swasta pada SMPK Putra St. Xaverius Kefamenanu. Alamat rumahnya di Jl. Kirab Remaja Kel. Aplasi Kefa, Telp. (0388) 2332620. Ayahnya bernama Natanael Kmela Taus (almrh), mama bernama Anna Tasaeb Basan (almrh), istrinya adalah Bibiana Natalia Anin yang bekerja sebagai PNS pada Kantor Perpustakaan Daerah Kab. TTU. Keluarga John Taus memiliki empat putra-putri yaitu Elbr Taus (Kls VIII di SMPK Putra), Rello Taus(Kelas IV) dan Mesy Taus(Kelas III) di SDK I Kefa serta Ives Taus (belum sekolah karena baru berumur 4 Tahun).

Pendidikan Formal.

John Taus tamat dari SDK Kaenbaun, SMP Putra Kefa, SMA Seminari Lalian-Atambua dan Sekolah Tinggi Pastoral (STIPAS) Keuskupan Agung Kupang Tahun 2006 lulus dengan predikat terpuji / Cum Laude ( IP 3, 93). Menurut informasi, ia adalah lulusan terbaik pada Tahun itu dengan skripsinya yang berjudul : “Meningkatkan Penghayatan Makna Perayaan Liturgi Melalui Musik Inkulturasi Bermotif Dawan Di Paroki Santa Theresia Kefamenanu”. Skripsinya agak unik karena dilengkapi dengan VCD dan foto-foto misa berbahasa Dawan perdana di Kefamenanu-Timor. Karena semangat belajarnya, maka setelah diwisuda di STIPAS, ia juga mengikuti kuliah pada Universitas Timor (Unimor) di Kefamenanu pada Fakultas Ilmu Politik dan Ilmu Administrasi Negara dengan jurusan Administrasi Negara. Oleh karena itu, setelah mempertahankan skripsinya yang berjudul : ”Kesejahteraan Guru Yayasan Pendidikan Snuna Dalam Meningkatkan Kinerja Guru pada SMPK Putra Santo Xaverius Kefamenanu” yang dibimbing oleh bapak Drs. Ananias Sili Dilen ( sebagai Pembantu Rektor I Unimor dan sekarang melanjutkan pendidikan S2 di Universitas Brawijaya Malang-Jawa Timur ), ia diwisuda bersama dengan ke-217 temannya di Kefamenanu dan mendapat predikat sangat memuaskan (IP 3,02).

Sebagai jawaban atas beberapa saran yang dberikan dalam skripsi di Unimor maka mulai Tahun Pelajaran 2009/2010 Yayasan Pendidikan Snuna sebagai Yayasan Pendidikan tertua di Kefa sudah mulai membenahi manajemen kepegawaiannya yakni dengan mengadakan peningkatan kesejahteraan gurunya yakni pembayaran gaji yang selama ini dibayar hanya 80 % sudah dinaikkan ke 90 % dan tunjangan beras dari Rp. 4.500 menjadi Rp. 5.000/jiwa/bulan dan 10 % sisanya sudah digenapi oleh Komite SMPK Putra Kefamenanu. Ini berarti bahwa secara ilmiah walaupun hanya melakukan penelitian ternyata John Taus adalah salah satu pemerhati masalah kesejahteraan sosial sehingga setelah penelitiannya, hasilnya sedikit bermanfaat bagi kesejahteraan orang lain khususnya bagi tenaga kependidikan di Kalangan Yayasan Pendidikan Snuna dan lebih khusus bagi rekan-rekan guru SMPK Putra St. Xaverius Kefamenanu.

Pendidikan Non-formal.

Ia adalah salah satu dari 23 peserta Kursus Organ Gereja Tahun 1992 s/d 1993 di Pusat Musik Liturgi (PML) Jogyakarta di bawah bimbingan Rm. Karl Edmund Prier,Sj dan bapak Paul Widyawan. Sehingga untuk bermusik ia dapat membaca notasi lagu yang tertulis dengan not angka, dan bisa sedikit membaca not balok. Selain itu, dengan ilmu solfes (solfegio), teknik vokal, komposisi, dan direksi yang dipelajarinya baik saat kursus di PLM Jogya maupun secara otodidak, ia bisa menjadi pelatih sekaligus juri lomba seni musik yang cukup diandalkan di Kab.TTU dan sekitarnya. Selain itu juga, ia sudah beberapa kali mengikuti kegiatan lokakarya komposisi lagu baik bermotif umum maupun etnik Dawan-Timor yang diselenggarakan oleh PML Jogyakarta, Bimas Katolik RI, Keuskupan Atambua, dan Lembaga Biblika Indonesia.

Prinsip Hidup:

Belajar itu sepanjang masa dan tidak kenal usia serta status. Belajar itu bukan untuk diangkat menjadi Pegawai Negri Sipil namun untuk merubah pola berpikir yang lebih konstruktif. Menjadi Sarjana Agama (S.Ag) sekaligus Sarjana Sosial (S. Sos) berarti, secara operasional saya ditantang untuk menjadi orang Katolik 100% sekaligus menjadi warga negara Indonesia 100% yang berarti saya boleh berpolitik namun juga harus sambil mewartakan Kerajaan Allah bagi semua orang sedangkan secara konsep saya sebagai salah satu guru di SMPK Putra Kefa juga ditantang selain untuk mengembangkan ilmu pengetahuan sebagai guru agama Katolik dan Seni Budaya tetapi juga untuk menjadi pemikir dalam mewujudkan Ilmu Administrasi Negara yang berkaitan dengan pengembangan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) di SMPK Putra Kefa jika diperlukan oleh atasan.

Motto hidup : ”Hidup ini tidak selamanya indah tetapi yang indah akan selalu hidup” Motto ini dihidupi oleh John Taus bersama segenap anggota keluarganya sebagai guru swasta dan hamba Allah serta warga masyarakat Kabupaten Timor Tengah Utara yang selalu mau mengembangkan kesejahteraan masyarakat melalui nada, syair bahkan karya nyata di tengah masyarakat sehingga terciptanya keharmonisasian kehidupan yang lebih layak.

Salam,

Yohanes Taus

Email: bikani_aue@yahoo.co.id

Responses

  1. Salam kenal, saya sering melihat Pak John main organ di St Theresia…(bukan sering, karena baru beberapa kali saya jalan2 ke Kefa). saya juga senang dengan musik etnik Dawan dan berniat mengembangkannya untuk Keuskupan Agung Kupang (yang notabene, kurang perhatian terhadap musik liturgi). Mudah-mudahan kita bisa saling kontak dan berdiskusi…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.